Sukses Menjadi Developer Perumahan

Properti memang selalu menarik baik dari sisi investasi maupun bisnisnya. Dan ujungnya bisnis adalah MARKETING. Data di Kemenpera menyatakan bahwa lebih dari 13 juta keluarga membutuhkan tempat tinggal. Maka properti menjadi produk konsumsi primer yang menjadi rebutan. Tangkap peluang ini dengan menjadi Powerful Internet Marketing Properti. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com

Workshop Bisnis Properti

Materi yang disampaikan mengupas tuntas tentang bisnis perumahan bersubsidi sampai ke akar-akarnya dengan bahasa praktisi yang mudah di pahami oleh semua peserta baik pemula atau pun yang sudah terjun diproperti. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ebook Bisnis Properti

Kini saatnya untuk berbenah diri, belajar menjual dan memasarkan properti dengan smart, mencoba metode baru belajar bagaimana menjual dengan cerdas, Teknik memasarkan yang trend melalui media Eleketronik dan internet harus segera anda kuasai, disini anda sekarang di tempat yang tepat, karena ebook bisnis properti mengulas cara berbisnis properti tanpa ditutup tutupi. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Cluster Eksklusif di Kota Bogor

Bangunan Rumah di Pagentongan Residence sangat sedap dipandang mata langgam arsitekturnya. Tampilan keren, enak dilihat, dan tak rentan bocor. Penataan desain optimal dan masih ada ruang terbuka lebih dari 2 meter di halaman belakang, dengan luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 80 meter persegi, rumah ini sangat nyaman ditinggali ditambah lagi legalitas yang sudah lengkap Sertifikat sudah Pecah dan IMB sudah terbit. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kenapa Harus Bisnis Properti ?

Bisnis Properti adalah ibu dari segala bisnis. Bagaimana tidak, sifat ibu adalah mengayomi dan membesarkan.. Bisnis Properti itu BISNIS MULIA. MULIA karena membantu banyak orang untuk mewujudkan rumah impian. Bisnis Properti itu MENYEMBUHKAN. Menyembuhkan apa? Menyembuhkan perekonomian negara. Karena padat modal dan padat karya serta investasi sektor riil.. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 24 September 2014

Rumah-rumah Seharga Rp 3 Miliar Sudah Masuk Tegal



Geliat sektor properti, khususnya perumahan berskala premium, juga terjadi di Tegal, Jawa Tengah. Kota kecil di wilayah pantai utara Jawa itu mampu menyerap rumah-rumah dengan harga miliaran rupiah. 

Project Manager Citraland Tegal, Oktab R Riyanto mengungkapkan hal tersebut kepada Kompas.com, Kamis (11/9/2014). Menurut dia, rumah-rumah mewah tersebut disambut antusias karena sebelumnya pasokan sejenis tidak ada. Ketika PT Ciputra Development Tbk mulau memasarkannya, pasar langsung bereaksi positif. 

"Meski penjualan rumah premium ini tidak sekencang di Jadebotabek, namun Tegal mampu menyerapnya. Sejak dilansir Juni 2013, rumah tipe Trivia di klaster The Imperio seharga Rp 3,014 miliar laku terjual," papar Oktab. 

Saat ini, dari total 8 unit yang dipasarkan, rumah berukuran 261/276 tersebut sudah terserap 6 unit. Para pembelinya, menurut Oktab, para pengusaha dan orang-orang ternama di Tegal.

"Mereka membelinya dengan cara tunai keras sebanyak 50 persen dan separuhnya dengan KPR," ujarnya.

Rumah premium tersebut, lanjut Oktab, merepresentasikan simbol status sosial dan pernyataan identitas diri.

"Social statement, sebuah prestise jika mampu memilikinya. Terlebih dikembangkan oleh developer nasional," katanya.

Pasar perumahan Tegal, tambah Oktab, berbeda dengan Cirebon dan Pekalongan atau kota-kota di pantai utara Jawa lainnya. Kalangan atas yang masuk kategori niche market lebih banyak ketimbang kedua kota tetangganya, sedangkan kalangan menengah justru tipis.

Hal itu berbeda dengan Cirebon yang ceruk pasarnya lebih luas dan dimotori oleh kelas menengah. Adapun Pekalongan masih perlu edukasi bahwa gaya hidup di rumah sebenarnya lebih baik ketimbang mendiami ruko yang sekaligus dijadikan tempat usaha.

"Gaya hidup orang Tegal mulai berubah. Mereka yang tadinya cukup puas dan nyaman tinggal di ruko, mulai relokasi ke perumahan berkonsep klaster, terutama generasi keduanya," katanya.

Hal tersebut terbukti dari penjualan tipe-tipe menengah seharga Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar. Dari total 219 unit yang ditawarkan, tersisa 37 unit.

Sumber : KOMPAS.com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Pakar: Pembeli Properti Didominasi Investor dan Pemilik Uang "Nganggur"!



Pakar properti Panangian Simanungkali menilai, intervensi pemerintah dalam program penyediaan dan pengelolaan rumah susun sederhana milik (rusunami) harus konsisten. 

Panangian mengatakan, bagi pengembang properti untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), sinyal penurunan suku bunga saja tidak cukup bagi mereka menggerakkan kegairahan pasar RSH dan rusunami. Pasalnya, pasar properti untuk golongan bawah sangat memerlukan intervensi kebijakan dari pemerintah berupa dorongan untuk memacu pembangunan RSH dan rusunami, sekaligus pengawasan terhadap penyaluran subsidinya.

"Semua harus diintervensi pemerintah, mulai membangun, menyalurkan dan mengawasinya. Kita tidak mau terjadi lagi seperti Kalibata City. Rusunami kok bisa ada lahan parkir mobilnya, itu saja sudah salah urus," kata Panangian kepada Kompas.com, Jumat (19/9/2014) lalu.

Salah satu contoh patut diamati adalah banyak rusun mudah berpijndah tangan kepada mereka yang bukan "haknya" untuk menghuni. Baca: Terbukti... Masih Banyak "Penghuni Ilegal" di Rusun Marunda!

Panangian mengaku khawatir, bila pemerintah tak mampu mencari solusi atau terobosan untuk menyediakan rusunami bagi kalangan bawah, bukan tidak mungkin ketegangan dan kecemburuan sosial sewaktu-waktu berubah wujud menjadi kerusuhan sosial seperti yang pernah terjadi pada 1998 silam. 

"Pendorong utama orang berduit membeli unit-unit properti itu adalah momentum berinvestasi untuk memetik keuntungan. Itu sebabnya, mengapa produk-produk yang ditawarkan para pengembang belakangan ini, seperti apartemen, town house, rumah dan ruko selalu ludes terjual," kata Panangian kepada Kompas.com, pekan lalu.

"Kenapa itu bisa terjadi, karena pengembang sadar betul, bahwa calon pembeli yang sekarang ada di pasar bukanlah mereka yang benar-benar membutuhkan rumah atau apartemen untuk langsung dihuni atau end-user. Tapi, sebagian besar pembeli properti itu adalah para pedagang, investor pemilik uang nganggur, dan pejabat-pejabat yang punya tujuan investasi dan menyimpan hasil korupsinya," tambahnya.

Sumber : KOMPAS.com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Selasa, 23 September 2014

Bisnis Apartemen untuk Mahasiswa Makin Menggiurkan



Apartemen yang dikhususkan bagi pasar mahasiswa masih dianggap sebagai bisnis menjanjikan. Tak terkecuali di Bandung, Jawa Barat. 

Betapa tidak. Minat masyarakat demikian tinggi, terbukti kinerja penjualan apartemen-apartemen jenis ini menunjukkan tren positif.

Taman Melati Jatinangor yang dikembangkan PT Adhi Persada Properti, misalnya. Apartemen yang dikelilingi kampus-kampus ternama macam Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan Institut Koperasi Indonesia, sudah terserap pasar sebanyak 70 persen dari total 758 unit. Sementara itu, apartemen Taman Melati Margonda sudah terserap pasar 100 persen. 

Saat ini, posisi aktual yang aktif ditransaksikan ada di pasar sewa dan pasar sekunder. Harga seken dibanderol mulai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta per unit, sedangkan pasar sewa sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulan.  

Sementara itu, harga kos per bulan tak jauh beda. Rumah kos di sekitar Margonda, Depok, kampus UGM Yogyakarta dan kawasan Jatinangor juga dipatok dengan harga nyaris sama yakni sekitar Rp 2 juta hingga Rp 2.5 juta per bulan.

Menurut Direktur Utama PT Adhi Persada Properti, Ipuk Nimpuno, pangsa pasar apartemen untuk  mahasiswa di kawasan-kawasan pendidikan popular seperti Depok, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Malang punya pembeli potensial.

"Pembeli potensial adalah para orang tua yang punya anak kuliahan, dosen, dan investor. Mereka berkepentingan untuk membeli apartemen khusus mahasiswa ini," papar Ipuk kepadaKompas.com, usai prosesi tutup atap Taman Melati Jatinangor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/2014).

Ipuk menambahkan, pembeli unit-unit Taman Melati Jatinangor sebagian besar adalah investor dan end user asal Jakarta. Sebagian pembeli lainnya dari Bandung. 

"Return on Investment-nya melaju cepat. Sejak dipasarkan 2013 lalu dengan harga perdana Rp 240 juta, saat ini sudah mencapai Rp 350 juta atau kurang dari satu tahun," tambah Ipuk.

Tingginya permintaan pasar ini, lanjut dia, memotivasi PT Adhi Persada Properti untuk membangun apartemen mahasiswa tahun depan yakni di Yogyakarta dua lokasi, Sardjito dan Sinduaji, Surabaya, dan  Malang.

"Masing-masing proyek menelan nilai investasi Rp 140 miliar hingga Rp 160 muliar," tandas Ipuk.

Sumber : KOMPAS.com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Gratis... Bermimpi Punya Properti di "Mimpiproperti"!



Persaingan bisnis listing properti lewat internet tampaknya semakin ketat seiring menjamurnya agen properti. Kebutuhan akses mencari properti dengan mudah dan cepat menjadi alasan utama. 

"Ini gratis. Karena memang, kami membangun bisnis ini bukan untuk jualan produk, tapi membantu orang mencari properti. Kami mempertemukan pihak yang menjual dan yang membutuhkan," kata CEO Mimpiproperti.com, Johansyah, di sela peluncuran situs listing terbaru tersebut di Taman Ismail Marzuky, Jakarta, Minggu (21/9/2014). 

Johansyah mengatakan, banyak situs listing properti, sekalipun yang bonafid, kurang "wellcome" terhadap pengguna, terutama pengguna yang tidak paham internet. Padahal, di Indonesia jumlah orang yang tidak menggunakan internet jauh lebih besar ketimbang pemakai internet. 

"Masih ada 220 juta orang yang tidak pakai internet dan ini pasar yang luas, tentu saja," kata Johansyah. 

Johansyah menuturkan, hal paling membedakan antara Mimpiproperti.com dan situs listing properti lainnya adalah konsep "simple is beter", yaitu secara proaktif mendekati pembeli properti secara offline dan online. Salah satu produk andalannya adalah Premium Listing, yaitu upaya menargetkan pencari dan penjual properti yang memang tidak mengerti internet atau tidak sempat membuka internet. 

"Hanya membayar Rp280 ribu, kami bantu mengirim fotografer untuk mengambil gambar properti yang ingin dipasarkan. Kemudian, kami bantu menarik data dan mengunggahnya di situs kami. Ini cara mudah dan maksimal tanpa merepotkan orang dengan urusan memasukkan data ke situs," katanya. 

Saat ini, sejak berdiri April lalu, Mimpiproperti.com, sudah menggandeng 800 agen properti di Indonesia. Dengan usia target market 25 sampai 45 tahun, situs listing tersebut akan fokus pada kebutuhan transaksi properti di Jabodetabek. 

"Limapuluh persen pengguna mobile internet, limapuluh persen lainnya lewat PC. Kami targetkan setiap bulan, sampai Desember nanti, bisa mendapatkan 100 sampai 300 viewers. Kami akan gaet sepuluh ribu properti setiap bulan," kata Johansyah, yang menghabiskan waktu dua tahun meriset potensi bisnis ini.

*Sumber : KOMPAS.com 




Silahkan Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Jumat, 19 September 2014

Tujuh Tokoh Pelopori "Hari Bangunan Indonesia"



Tujuh tokoh konstruksi dan properti Nasional memelopori kelahiran "Hari Bangunan Indonesia" (HBI) yang rencananya akan dideklarasikan pada tanggal 11 November 2014 mendatang. 

Ketujuh tokoh tersebut adalah Dradjat Hoedajanto (Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia), Eddy Hussy (Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia), Han Awal (budayawan), Munichy B Edrees (Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia), Siti Adiningsih Adiwoso (Ketua Green Building Council Indonesia), Wilfred A Sangkali (Ketua Asosiasi Precast Indonesia), dan Wiratman Wangsadinata (pakar konstruksi). 

"Hari Bangunan Indonesia" merupakan gagasan besar yang difasilitasi PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk dalam mengajak seluruh pelaku konstruksi meliputi kontraktor, pengembang, industri bahan bangunan, arsitek, akademisi dan unsur masyarakat lainnya untuk menjaga komitmen terhadap standard bangunan berkualitas, memiliki durabilitas tinggi, ramah lingkungan serta mencerminkan budaya Indonesia. 

Ketua Panitia Pelaksana Pencanangan "Hari Bangunan Indonesia", Troy D Soputro, menjelaskan, selain mengajak pelaku industri konstruksi, inisiasi ini juga bertujuan untuk mendorong pengembangan-pengembangan dan inovasi baru di bidang desain, material, metode maupun teknologi yang dapat menghasilkan bangunan berkualitas.

"Indonesia ini negara rawan bencana yang sangat membutuhkan standard bangunan yang cocok dengan kondisi tersebut, dan tentu saja berkualitas. Kami berharap, HBI ini dapat melahirkan kesadaran di antara para pelaku industri konstruksi untuk lebih meningkatkan kualitas bangunan, dengan standard tinggi. Kami ingin menghilangkan kebiasaan buruk membangun dengan kualitas apa adanya," papar Troy kepada Kompas.com, sesaat sebelum penjurian Indocement Awards 2014 digelar Selasa (16/9/2014).

Menurut Troy, kegiatan-kegiatan yang bersifat edukasi, pengembangan teknologi bangunan, dan merawat bangunan akan mewarnai momentum "Hari Bangunan Indonesia". Kegiatan-kegiatan tersebut seperti edukasi tukang bangunan, kampanye bangunan berkualitas, seminar teknologi konstruksi, bersih-bersih bangunan bersejarah dan infrastruktur kota, diharapkan dapat dilakukan secara bersama setiap memperingati HBI. 

"Kita melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku industri konstruksi untuk berkegiatan dan berkontribusi secara nyata untuk kemajuan Indonesia," tandas Troy.

Sumber : KOMPAS.com



Profil Produk e-book properti  :

Saking Pentingnya Tanah, Menko Agraria Perlu Dibentuk!



Tanah merupakan inti utama dalam setiap urusan pertanian. Betapa pentingnya tanah terlihat dari maraknya ketimpangan penguasaan, pemilikan, dan penggunaan atas tanah. Oleh karena itu, anggota Dewan Pakar Konsorsium Pembaruan Agraria, Usep Setiawan, menganggap bahwa pengadaan Kementerian Koordinator Agraria penting untuk dipertimbangkan. 

"Siapa Menko Agraria itu? Bicara konsep agraria, tanah adalah pondasinya, dasarnya," ujar Usep dalam "Workshop Wartawan di Bidang Pertanahan BPN RI", di Hotel Amoz Cozy, Jakarta Selatan, (16/9/2014). 

Menurut dia, filosofi tanah menjadi perekat NKRI dan dicerminkan dalam kelembagaan yang vertikal seperti Badan Pertanahan Nasional RI. Karena itulah, BPN RI menjadi tiang atau pilar utamanya, yang kemudian bisa dipertimbangkan menjadi Kemenko Agraria. Kemenko ini akan membawahi sektor lainnya terkait dengan tanah, antara lain pertanian dan kehutanan.

"Ini opsi. Di rumah transisi yang saya ikuti, presiden terpilih dan wakil presiden terpilih (Joko Widodo-Jusuf Kalla) diberi opsi, kalau mau (membentuk) Menko Agraria, ini konsepnya, ini prasyaratnya, ini konsekuensinya. Begitu pula jika jadi Kementerian Agraria," papar Usep.

Dia menuturkan, untuk saat ini pembahasan tersebut masih digodok. Sebelumnya, menurut Usep, Jokowi menyebutkan akan membentuk 3 kementerian baru, termasuk Kementerian Agraria. Hasilnya, baru akan diketahui pada tanggal 20 oktober. Namun demikian, apa pun yang diputuskan oleh Jokowi-JK, Usep berharap komitmen sebagai presiden dan wakil presiden baru harus tercermin dalam penguatan kelembagaan BPN ini.

"Tanpa itu, kita akan berputar pada masalah yang sama. Terbatasnya kewenangan, tidak adanya lembaga yang punya tugas khusus untuk menjalankan reforma agraria, tarik menarik antar kementerian. Itu membuat program tidak bisa berjalan," kata Usep. 

Dia juga mengharapkan, pemerintahan mendatang akan dilandasi oleh kerja sama tim yang baik, misalnya antara menteri agraria dan menteri kehutanan. Kedua kementerian ini harus tahu betul apa itu reforma agraria dan punya kemampuan menjalankan tugas bersama. Selain itu, diperlukan juga kemauan anggota kabinet untuk terbiasa turun ke masyarakat melihat kenyataan sosial di lapangan dan dekat dengan media, untuk memastikan program pemerintah bisa berjalan.

Sumber : KOMPAS.com



Profil Produk e-book properti :

Kamis, 18 September 2014

Melirik Fenomena Menarik Pasar Properti Pantura



Selain Semarang, kawasan kota tepi pantai utara (Pantura) Jawa lainnya yang memikat para investor dan pengembang properti adalah Cirebon, Tegal, dan Pekalongan. Ketiga kota tersebut diyakini punya potensi besar. 

Potensi besar tersebut tidak saja dari segi densitas populasi yang mencapai jutaan jiwa, melainkan juga potensi daya beli, perubahan kultur, gaya hidup, serta meningkatnya kebutuhan akan hunian, dan ruang-ruang komersial. 

CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, mengatakan, daerah Pantura Jawa punya kondisi yang jauh lebih menguntungkan ketimbang pantai selatan. Ini ditandai dengan kondisi infrastruktur yang sudah jauh lebih berkembang. 

"Jalan tol dan pelabuhan serta didukung kawasan industri merupakan nilai lebih kota-kota di Pantura Jawa. Infrastruktur tersebut menstimulasi pergerakan bisnis dan industri. Jadi, kalau kawasan niaga dan industrinya berkembang, tentu akan berimbas ke sektor properti yang diprediksikan akan tumbuh signifikan. Itu sudah otomatis," papar Hendra kepadaKompas.com, Jumat (12/9/2014). 

Pertumbuhan, kata Hendra, akan lebih melesat jika infrastruktur tolnya tersambung semua. Terlebih jika didukung oleh jalan lingkar luar di ketiga kota tersebut yang semakin membuka dan mempermudah aksesibilitas.

Kota-kota Pantura tersebut, lanjut Hendra, sebenarnya berada pada posisi sangat strategis, terbuka dan mudah diakses. Lebih dari itu, jika pembangunan infastruktur seperti jalan Trans Jawa sepanjang 615 kilometer, pelabuhan internasional Cirebon di barat direalisasikan, serta pengembangan pelabuhan Tanjung Mas di timur melalui perpanjangan dermaga dan perluasan lapangan untuk kontainer rampung, maka sektor properti akan lebih menggeliat lagi.

"Hitungan pertumbuhannya bukan dalam berapa tahun ke depan, tapi patokannya adalah sudah terkoneksikah masing-masing kota ini dengan infrastruktur jalan bebas hambatan," tandas Hendra.

Di Cirebon, misalnya, yang belum tersambung oleh jalan lingkar luar sudah menunjukkan pergerakan pasar positif. Pergerakan semakin intensif saat PT Ciputra Development Tbk melalui anak usahanya PT Ciputra Nusa Mitra mendulang penjualan senilai Rp 150 miliar dari total target Rp 200 miliar untuk proyek Citraland Cirebon, Jawa Barat. Penjualan tersebut berasal dari klaster pertama Arborside sebanyak 156 unit, klaster kedua Crescent Tree sebanyak 46 persen dari total 167 unit, serta ruko 80 persen dari total 300 unit.

"Pasar Cirebon sangat potensial karena merupakan kawasan perlintasan dari Jakarta menuju Surabaya dan sebaliknya. Ceruknya pun lebar, mulai kelas bawah, menengah, hingga atas. Banyak pebisnis membutuhkan hunian dan ruang usaha yang belum diakomodasi dengan baik karena pasokannya terbatas," ujar Project Manager Yohanes Sukiman,  Kamis (11/9/2014).

Pertumbuhan harga 

Yohanes sepakat dengan Hendra. Menurut dia, jika pembangunan jalan tol Cikampek-Palimanan dan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan dilanjutkan kembali untuk melengkapi jalur kereta api eksisting, ditambah pembangunan Bandara International Kertajati mulai dilaksanakan, pertumbuhan akan lebih kencang lagi.

"Pembangunan infrastruktur tersebut akan semakin mendongkrak industri dan bisnis properti. Pertumbuhan harga berpeluang terjadi lebih cepat. Saat ini saja, harga rumah di Citraland Cirebon sudah naik sekitar 20 persen dari harga perdana Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar," kata Yohanes. 

Selain CTRA, Grage Group juga tengah membesut Pegambiran Residences, dan PT Karya Mandiri Mega Kencana menggarap Taman Cipto. Sementara pengembang lainnya, termasuk pemain lokal, terus menggarap klaster-klaster perumahan dalam bentuk town house. 

Di sektor perhotelan, PT Metropolitan Land Tbk bahkan sudah menggarap hotel bintang tiga bertajuk Metland Hotel. Kehadiran hotel tersebut akan diikuti 16 hotel lainnya yang akan beroperasi hingga 2016 mendatang.

Fenomena menarik juga terjadi di Tegal. Bukan rumah menengah seperti di Cirebon, melainkan rumah-rumah mewah yang disambut antusias karena sebelumnya pasokan sejenis tidak ada.

"Meski penjualan rumah premium ini tidak sekencang di Jadebotabek, namun Tegal mampu menyerap produk kami. Sejak dilansir Juni 2013, rumah tipe Trivia di klaster The Imperio seharga Rp 3,014 miliar laku terjual," papar Oktab R Riyanto, Project Manager Citraland Tegal, Kamis (11/9/2014).

Saat ini, dari total 8 unit yang dipasarkan, rumah berukuran 261/276 tersebut sudah terserap 6 unit. Para pembelinya, menurut Oktab, para pengusaha dan orang-orang ternama di Tegal.

Selain Citraland Cirebon, Citraland Tegal, Citragarden Pekalongan, Cpitra Group juga akan merealisasikan proyek serupa di Purwokerto tahun depan. Sementara untuk subsektor hotel, mereka sudah membuka CitraDream Cirebon, dan akan berlanjut dengan serial CitraDream berikutnya.

Sumber : KOMPAS.com



Profil Produk e-book properti :

Rumah "Sold Out" Hanya dalam Satu Hari, Sudah Biasa...



Produk properti yang laris terjual hanya dalam hitungan jam atau tak sampai satu hari merupakan fenomena yang umum terjadi di Indonesia, terutama kawasan-kawasan dengan tawaran pertumbuhan harga tinggi. 

Head of Research JLL, Anton Sitorus, mengemukakan pendapatnya terkait fenomena "sold out" produk-produk properti dalam satu hari kepada Kompas.com, Rabu (17/9/2014). 

"Itu sudah biasa terjadi di Indonesia, pengembang rilis proyek baru kemudian diserbu pembeli. Terlebih bila produknya sesuai dengan kebutuhan, harga pas, dan timing-nya tepat," ujar Anton. 

Kasus "laris manis" produk-produk properti macam La Bella @Arcadia yang baru saja diluncurkan hari ini dengan catatan penjualan Rp 500 miliar, kata Anton, sudah bukan fenomena langka. Ada banyak kasus serupa yang sebelumnya mampu ditorehkan oleh pengembang lainnya.

"Hal tersebut dipengaruhi oleh kebutuhan yang tinggi, banyaknya potential buyer juga real buyer serta investor yang ingin segera merealisasikan pembelian. Di satu sisi, pasokan baru terbatas dan para pengembang lainnya masih menunda peluncuran proyek baru," kata Anton. 

Selain itu, tambah dia, ada iming-iming marketing yakni nomor urut pemesanan (NUP) yang sangat ampuh membuat calon pembeli tertarik untuk kemudian membeli produk tersebut. 

"NUP diciptakan untuk menjadikan produk tersebut eksklusif. Terlebih dengan tawaran pertumbuhan harga tinggi seperti di Serpong dan beberapa wilayah lainnya yang sedang berkembang," tandas Anton.

Hal senada dikatakan dikatakan CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono. Menurutnya, adalah hal yang wajar bila produk properti cepat terserap pasar dalam waktu singkat. 

"Ada hukum permintaan dan pasokan yang pasti berlaku. Selain itu harganya pas dengan pasar sasaran dan terjangkau. Apalagi jika waktu peluncurannya tepat," ucap Hendra.

La Bella @Arcadia merupakan klaster terbaru yang dikembangkan PT Paramount Enterprise International. Terdapat total 503 unit hunian yang ditawarkan dengan harga berkisar Rp 747 juta hingga Rp 986 juta. 

"Semua produk habis terjual. Kami mampu mencatat penjualan senilai Rp 500 miliar saatgrand launching tadi pagi," ungkap Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International, Ervan Adi Nugroho.

Menurut Ervan, La Bella disambut antusias pasar karena produknya tepat dan sesuai kebutuhan pasar saat ini. Selain itu, kawasan Gading Serpong yang merupakan lokasi klaster berada, menawarkan pertumbuhan harga 20 persen hingga 30 persen per tahun.

Sebelum La Bella @Arcadia, The Spring Lake di Bekasi yang dibesut PT Summarecon Agung Tbk., pun menorehkan penjualan fantastis Rp 1 triliun, juga hanya dalam waktu sehari saat peluncuran perdana. 

Menyusul Embarcadero Park Tower 1 di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Apartemen yang dikembangkan PT Lippo Karawaci Tbk ini juga mencatat penjualan nyaris Rp 500 miliar hanya dalam satu hari. 

Menurut Anton, hal tersebut merepresentasikan kembalinya optimisme pasar dengan kadar yang lebih tinggi. "Dan itu akan terus berlanjut hingga akhir tahun dan tahun-tahun mendatang," pungkasnya.

Sumber : KOMPAS.com



Profil Produk bisnis properti :

Apa itu Arsitektur Organik?



Lingkungan dapat mempengaruhi perasaan kita. Suasana di luar atau di dalam gedung pun demikian. Terdapat bukti kuat yang menyatakan bahwa terkurung di dalam bangunan, memberi efek buruk bagi kesehatan kita. 

Sebaliknya, berada di lingkungan luar memberi pengaruh yang positif bagi kesehatan kita. Studi pun menyatakan bahwa pemandangan alam dari dalam rumah memberikan perubahan signifikan dalam kehidupan manusia. 

Menghubungkan interior dan eksterior bangunan mendorong "Organic Architecture" atau arsitektur organik yang dipelopori oleh Frank Lloyd Wright pada awal 1900. Arsitektur organik hampir selalu diatur oleh satu kumpulan pola geometrik yang konsisten dalam setiap perhitungan bangunan.

Mulai dari keseluruhan rancangan hingga hal-hal kecil seperti lemari dan pegangan pintu. Pola membantu kita agar mengerti jalannya kehidupan ini. Pola memungkinkan kita memprediksi cuaca dan juga mengetahui kapan kereta selanjutnya tiba. Orang-orang akan mengerti bagaimana suasana lingkungan mereka ketika diatur oleh pola. 

Sebuah rumah yang dibangun dengan pola, akan membuat lingkungan sekitarnya menjadi komprehensif dan nyaman. Untuk menyatukan ruang interior dengan lingkungan luar ruangan, arsitektur organik menggunakan material alami lokal untuk menyelesaikan sebuah rumah. Rumah organik biasanya menggabungkan batu dan kayu lokal. Jika permukaan lembut palsu yang dipakai berukuran besar, mereka biasanya diberi pola agar menghasilkan tekstur yang memberi nuansa alami. 

Arsitektur organik biasanya menggabungkan kombinasi objek yang berat dan besar, serta struktur yang lebih ringan. Objek yang besar biasanya menyatukan bangunan ke tanah dudukannya, seperti batang pada pohon. Sementara kanopi yang ringan memberikan perlindungan tanpa membuat orang di bawahnya merasa tertekan atas tembok-tembok besar.


Kaca adalah medium kritikal untuk arsitektur organik. Desain jendela yang teliti memungkinkan ruang di dalam dan luar tidak terbatasi antara keduanya. Untuk mewujudkan ini, arsitek organik biasanya memastikan bingkai jendela dibuat tersembunyi. Menyatukan bangunan dengan tempat dudukannya, penting untuk memastikan bahwa bangunan cocok berada di lokasi tersebut. 

Frank Lloyd Wright mengatakan bahwa bangunan haruslah "menjadi bagian dari bukit dan bukan di atasnya". Begitu juga arsitektur organik, harus muncul dan tumbuh dari tanah dudukannya. Ketika perbedaan antara tanah dudukan dan bangunan hilang, lingkungan luar ruangan dapat dirasakan di dalam rumah.


Sumber : KOMPAS.Com



Profil Produk e-book properti :