Sukses Menjadi Developer Perumahan

Properti memang selalu menarik baik dari sisi investasi maupun bisnisnya. Dan ujungnya bisnis adalah MARKETING. Data di Kemenpera menyatakan bahwa lebih dari 13 juta keluarga membutuhkan tempat tinggal. Maka properti menjadi produk konsumsi primer yang menjadi rebutan. Tangkap peluang ini dengan menjadi Powerful Internet Marketing Properti. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com

Workshop Bisnis Properti

Materi yang disampaikan mengupas tuntas tentang bisnis perumahan bersubsidi sampai ke akar-akarnya dengan bahasa praktisi yang mudah di pahami oleh semua peserta baik pemula atau pun yang sudah terjun diproperti. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Ebook Bisnis Properti

Kini saatnya untuk berbenah diri, belajar menjual dan memasarkan properti dengan smart, mencoba metode baru belajar bagaimana menjual dengan cerdas, Teknik memasarkan yang trend melalui media Eleketronik dan internet harus segera anda kuasai, disini anda sekarang di tempat yang tepat, karena ebook bisnis properti mengulas cara berbisnis properti tanpa ditutup tutupi. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Cluster Eksklusif di Kota Bogor

Bangunan Rumah di Pagentongan Residence sangat sedap dipandang mata langgam arsitekturnya. Tampilan keren, enak dilihat, dan tak rentan bocor. Penataan desain optimal dan masih ada ruang terbuka lebih dari 2 meter di halaman belakang, dengan luas bangunan 45 meter persegi dan luas tanah 80 meter persegi, rumah ini sangat nyaman ditinggali ditambah lagi legalitas yang sudah lengkap Sertifikat sudah Pecah dan IMB sudah terbit. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kenapa Harus Bisnis Properti ?

Bisnis Properti adalah ibu dari segala bisnis. Bagaimana tidak, sifat ibu adalah mengayomi dan membesarkan.. Bisnis Properti itu BISNIS MULIA. MULIA karena membantu banyak orang untuk mewujudkan rumah impian. Bisnis Properti itu MENYEMBUHKAN. Menyembuhkan apa? Menyembuhkan perekonomian negara. Karena padat modal dan padat karya serta investasi sektor riil.. **This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 13 September 2014

Ini yang perlu Anda lakukan jika ketemu uang sobek, lecek, dekil

MERDEKA.COM. Ana (35) adalah seorang ibu rumah tangga yang setiap pagi belanja ke pasar di dekat rumahnya, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia rutin membeli kebutuhan pokok rumah tangga di pasar tersebut, mulai dari beras, sayuran, hingga bumbu dapur dan kebutuhan rumah tangga lain.

Sering kali Ana mendapat uang kembalian dari pedagang sayuran dengan kondisi 'mengenaskan' lusuh dan rusak. Biasanya, uang lecek dan lusuh diselipkan atau sengaja disembunyikan saat pengembalian. Sesampainya di rumah biasanya kembalian tersebut ditaruh di sembarang tempat dan diabaikan begitu saja, kadang dimasukkan ke kotak amal. Saking kesalnya Ana.

Lebih kesal lagi saat menerima uang dekil dalam kondisi terlipat dan setelah dibentangkan ternyata terpotong sebagian. Baru nyaris sobek saja sudah tak menyenangkan. Apalagi bila nominalnya besar, tentu semakin kesal saja.

Kejadian seperti dialami Ibu Ana pastinya seringkali kita alami. Kadang kita mendapatkan kembalian yang kondisi uangnya memprihatinkan, lusuh, robek, di coret-coret kertasnya, sehingga kualitas kertasnya terlihat tidak layak untuk bertransaksi.

Jika sudah begitu, melihatnya saja kita sudah malas, apalagi menyimpannya di dompet. Lantas apakah ada solusi untuk menghapus kekesalan ini? Tenang, Anda tidak perlu khawatir, masih ada peluang untuk menukarkan dengan uang yang baru, berkondisi baik, dan bernilai.

Bank Indonesia menerbitkan panduan soal penggantian uang lecek/lusuh dan rusak. Dalam istilah Bank Indonesia, uang dengan kondisi itu disebut uang tidak layak edar. 

Selain uang yang rusak atau cacat, uang yang disebut tidak layak edar adalah uang yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran oleh Bank Indonesia. Pencabutan dilakukan Bank Indonesia melalui penerbitan Peraturan Bank Indonesia. Uang dicabut dan ditarik dari peredaran salah satunya karena waktu edar yang sudah cukup lama.

Lalu bagaimana proses penukaran uang tak layak edar tersebut? Pada prinsipnya, uang kertas atau logam yang lusuh atau cacat dan rusak dapat diganti sesuai nominal yang tertera bila memenuhi kriteria penggantian dan dapat dikenali keasliannya.

Uang kertas dapat memperoleh penggantian sesuai nominal jika fisik Uang Rupiah Kertas lebih besar dari 2/3 (dua pertiga) ukuran aslinya dan ciri Uang Rupiah dapat dikenali keasliannya.

Adapun uang logam tak layak edar, meskipun sekarang nominalnya sudah tak dianggap besar, juga dapat memperoleh penggantian bila berukuran lebih dari setengah ukuran semula dan dapat dikenali keasliannya.

Lantas bagaimana dengan uang yang sudah dicabut dan ditarik dari peredaran? Uang kertas maupun logam, akan mendapat penggantian penuh bila ditukarkan dalam tenggat 10 tahun sejak tanggal pencabutan. Pada 5 tahun pertama, penukaran dapat dilakukan di bank-bank. Bila sudah lewat 5 tahun, penukaran dilayani di Bank Indonesia.

Kini Ana tidak mau lagi menyia-nyiakan uang kembalian lusuh yang didapatkan dari pedagang di pasar. Apalagi kalau nominalnya besar. Dia mau menukarkan uang kembalian yang lusuh itu dengan uang yang baru.



Penukaran Uang

  1. Penukaran Uang Tidak Layak Edar
    Masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah yang lusuh, rusak, dan uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran dengan uang Rupiah yang layak edar di kantor Bank Indonesia setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia, dan di bank umum yang melayani penukaran uang.
    1. Uang Lusuh
      Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya.
    2. Uang Rusak
      Bank Indonesia dan/atau pihak lain yang disetujui oleh Bank Indonesia memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan Uang Rusak sebagai berikut:
      • Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.
      • Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan kemudian. Informasi selengkapnya mengenai hal ini dipublikasikan pada Buku Panduan Penukaran Uang Tidak Layak Edar.  
    3. Uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran
      Bank Indonesia memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.
      Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2004 pada pasal 23 ayat 4 disebutkan bahwa “hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah dicabut, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun sejak tanggal pencabutan”.
      Batas akhir penukaran uang Rupiah yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran dapat dilihat di website Bank Indonesia dalam Daftar Uang yang Dicabut.
      Penukaran di Bank Indonesia dilakukan di:
      1. Kantor Pusat Bank Indonesia 
        Cq. Departemen Pengelolaan Uang 
        Lobby Gedung CKomplek Perkantoran BI 
        Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350 
        Telp. 2981 8722, 2981 7297 (hari dan jam kerja).
        Waktu layanan: Hari Senin s.d. Jumat mulai pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.
      2. Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia yang terdekat.
        Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 - 11.30 waktu setempat.
      3. Kas Keliling Bank Indonesia
        Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya Kas Keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Departemen Pengelolaan Uang di nomor telepon 021-2981 8722, 2981 7297 atau Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.
  2. Penukaran Uang Rupiah ke Pecahan Lainnya
    Masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah dari pecahan besar ke kecil atau sebaliknya dari pecahan kecil ke pecahan besar di bank umum yang melayani penukaran uang, di Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia setempat, atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia.
    Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan penukaran uang logam adalah sebagai berikut:
    1. Uang logam disusun rapi sesuai dengan jenis pecahan, ukuran yang sama, dan tahun emisinya.
    2. Uang logam yang telah disusun seperti pada angka 1 di atas dimasukkan dalam kemasan yang transparan.
    Penukaran di Bank Indonesia dilakukan di:
    1. Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 11.30 waktu setempat.
    2. Kas keliling Bank Indonesia
      Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya kas keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Departemen Pengelolaan Uang di nomor telepon 021-2981 8722 / 2981 7297 atau Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPw-DN) Bank Indonesia pada hari dan jam kerja.    


Kamis, 11 September 2014

5 Kesalahan Anda Gagal Menjual Properti Lewat "Listing"!



Belakangan, munculnya jutaan listing online properti baru dan telah menjadi tantangan tersendiri untuk para agen real estate, terutama jika dikaitkan dengan kinerja mereka agar bisa tampil menonjol dibandingkan kompetitornya. Tak bisa sembarang lagi tampil untuk menarik calon pembeli. 

Seorang agen dapat dengan cepat menarik perhatian calon pembeli atau penyewa dengan cara mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam proses pengiklanan produknya. Mereka harus lebih mengenali dan mengetahui nilai jual properti tersebut, serta mengetahui dengan jelas karakteristik tipe properti seperti apa yang cepat dijual kepada konsumen.

Tak sulit untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut. Menurut Lamudi Indonesia, setidaknya ada 5 kesalahan yang paling sering dilakukan oleh agen real estate, simak berikut ini sebelum Anda memasarkan listing dan penjualan properti Anda:  

1. Tanpa atau minim foto

Pemasaran properti online haruslah menarik secara visual, sedangkan banyak agen real estate yang lupa atau bahkan tidak sama sekali menyertakan foto-foto properti dalam listing-nya. Ini jelas cara jualan yang tidak menarik. Untuk itu, pastikan Anda mencantumkan sekurang-kurangnya lima foto ruangan yang berbeda dari properti yang ingin dijual dengan resolusi gambar tinggi agar terlihat jelas dan nyaman. 

Mencantumkan gambar/foto yang redup atau kurang pencahayaan dan bahkan buram sama sekali tidak membuat calon pembeli tertarik mengetahui lebih jauh tentang properti tersebut.

2. Tata bahasa buruk Bahasa memainkan peranan penting dalam upaya penjualan produk real estate Anda. Untuk itu, pastikan selalu memeriksa ejaan dan struktur kalimat promosi yang ingin Anda gunakan sebelum memasukkan listing properti Anda. 

Deskripsikan properti dengan kalimat yang eye-catching. Biasanya, listing properti dengan judul yang tepat akan mudah menarik perhatian lebih banyak calon pembeli. Namun, hindari penggunaan kata-kata seperti, "Dijual cepat," atau semacamnya. Hal tersebut hanya berpotensi menimbulkan pertanyaan bagi calon pembeli, "Kenapa properti ini ingin dijual cepat?".

3. Deskripsi lingkungan di sekitar properti  

Jangan anggap sepele bagian ini. Pasalnya, pembeli properti juga ingin tahu keadaan atau kondisi riil sekitar properti yang akan dijual. Dengan mencantumkan fasilitas yang tersedia di sekeliling properti tersebut, perhatian yang bisa diraih pun akan lebih banyak.

Tonjolkan juga kelebihan daerah tersebut, seperti rendahnya tingkat kejahatan yang terjadi atau penduduk sekitar yang ramah, dinamis, dan beragam. Sederhananya, pastikan untuk memasukkan semua aset lingkungan dalam deskripsi properti yang ingin dijual.

4. Tak ada tanda-tanda perbaikan/renovasi 

Rumah dengan konsep hemat energi atau yang telah direnovasi memiliki kemungkinan terjual lebih cepat. Sayangnya, banyak agen real estate lupa atau malah memandang sebelah mata aspek ini sehingga kadang luput menuliskannya dalam deskripsi.

Ya, Anda jangan ragu menampilkan kelebihan-kelebihan rumah yang bisa membuat pembeli mevisualisasikan dalam kepala mereka. Sebagai contoh, rumah yang kaya dengan cahaya matahari pagi atau rumah dengan sistem pencegah banjir atau bebas banjir.

5.Tak ada keuntungan lebih Poin ini juga sering luput dari perhatian agen real estate. Jika rumah tersebut memiliki sistem keamanan atau memiliki peralatan rumah tangga yang sudah diasuransikan, dan hal-hal tersebut dijabarkan dalam deskripsi, tentu akan sangat membuat properti ini terlihat lebih menarik. Jangan lupa, sebutkan semua kelebihan yang pembeli bisa dapatkan dengan membeli rumah tersebut dan tidak berpaling pada properti pesaing Anda.

Selamat berbisnis!

*Sumber : KOMPAS.com


Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Gagal... 10 Tahun Terakhir Ini Sektor Perumahan Sangat Tertinggal!



Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) yang juga pakar properti, Panangian Simanungkalit, menyatakan bahwa kebangkitan kelas menengah sangat mendorong perkembangan sektor properti. Namun, sangat disayangkan, pemerintah tidak siap mengimbanginya dengan kebijakan untuk mendongkrak pertumbuhan properti untuk kalangan menengah bawah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pendiri sekaligus Direktur Panangian School of Property itu menilai, perkembangan bisnis properti yang begitu menggelora selama 10 tahun terakhir telah menumbuhkan ketegangan dan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat bawah. Sangat pesatnya derap pembangunan sektor properti tampak hanya dinikmati kalangan tertentu saja, yakni golongan berpenghasilan tinggi, tanpa melibatkan kalangan menengah-bawah.

Panangian mengatakan hal itu terasa sangat ironis. Menurut dia, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam hal ini Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) gagal menciptakan iklim kondusif bagi para pengembang untuk lebih banyak lagi membangun rumah bersubsidi, baik itu tapak (RSH) maupun rumah bersubsidi susun (rusunami). 

"Karena setelah 10 tahun ini realisasi pembangunan RSH selalu jauh dari target, hanya tercapai 40-50 persen saja dari target pemerintah tetapkan sendiri, yaitu rata-rata 100.00 unit per tahun. Artinya, jumlah pembangunan RSH selama 10 tahun terakhir ini hanya sekitar 508 ribu unit atau hanya sekitar 25 persen dari jumlah seluruh rumah yang dibangun oleh para pengembang yang lebih dari 2 juta unit," kata Panangian dalam diskusi di Panangian School of Property, Rabu (11/9/2014). 

Kegagalan serupa juga terjadi pada rencana pembangunan rumah susun sederhana milik bersubsidi atau rusunami. Dari rencana pembangunan 1000 tower rusunami dengan total 500 ribu unit, yang terbangun tak lebih dari 10 persen dari target atau sekitar 50,626 unit. 

"Nah, sekarang bandingkan dengan pembangunan apartemen. Selama 10 tahun terakhir ini ada sekitar 80.000 unit apartemen yang dibangun para pengembang. Angka ini sangat jauh dari jumlah rusunami yang dibangun oleh para pengembang itu," kata Panangian.

Panangian mengakui, selama 3 tahun terakhir ini pertumbuhan properti Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Pasifik. Sayangnya, kenikmatan itu tidak dinikmati kalangan bawah. 

Selama ini, para pengembang lebih banyak membangun properti yang bersifat komersial demi mencari keuntungan. Hal itu tidak bisa disalahkan, karena pengembang bersifat profit motive dengan membidik kalangan menengah atas.

"Yang perlu dipertanyakan itu pemerintahnya. Kebutuhan untuk kalangan menengah itu tak perlu diurusi pemerintah, buat apa. Yang perlu diperhatikan itu kebutuhan kalangan bawah. Kebijakan pemerintah tidak memihak mereka, sebetulnya itulah penyebabnya," kata Panangian.

* Sumber : KOMPAS.com



Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Inilah Daftar Lengkap Rumah Subsidi di Jawa Barat 2014



Pameran Rumah Rakyat Expo 2014 yang dihelat Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Jakarta telah berakhir kemarin (7/9). Pameran tersebut berhasil menarik antusiasme masyarakat yang ingin memiliki hunian bersubsidi.
Menurut pantauan Rumah.com, sejumlah booth bahkan kehabisan materi cetak, seperti brosur dan daftar harga rumah. Bahkan, sebagian dari para peserta pameran terpaksa mengirim materi berupa soft copy lewat email.
Melalui siaran pers yang diterima Rumah.com, Budi Hartono, Direktur Utama Badan Layanan Umum – Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU-PPP) Kemenpera menjelaskan, selama lima hari pameran (3 – 7 September) transaksi mencapai 3.500 unit.
Selain Jakarta, Pameran Rumah Rakyat 2014 akan dilaksanakan di :
  • Medan (11 – 19 Oktober 2014), 
  • Palembang (20 – 28 September 2014), 
  • Banjarmasin (22 – 30 September), 
  • Pontianak (28 September – 5 Oktober 2014), 
  • Makassar (1 – 9 Oktober 2014), 
  • Surabaya (17 – 25 September 2014), 
  • Semarang (10 – 19 Oktober 2014), 
  • Bekasi (27 September – 5 Oktober 2014), 
  • Tangerang ( 8 – 16 Oktober 2014), dan 
  • Karawang (4 – 12 Oktober 2014).


Berikut ini daftar rumah sejahtera tapak Jawa Barat yang dibangun anggota Real Estat Indonesia (REI):
tabel rumah subsidi-2014

*Sumber : Rumah.Com





Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online
Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah

Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Senin, 08 September 2014

Bandung, "Mojang Cantik" yang Diperebutkan Pengembang Kakap



Ibarat gadis cantik, wilayah Bandung tengah mekar-mekarnya menebar pesona. Terlebih setelah jalur bebas hambatan Cipularang beroperasi yang menghubungkan Jakarta-Bandung hanya dalam hitungan 2 jam, banyak pengembang kakap kemudian terpincut kemolekannya.
Bukan sembarang pengembang, melainkan mereka yang selama ini menjadi penguasa pasar properti Indonesia. Sebut saja, Ciputra Group, Agung Podomoro Group, Lippo Group, dan terbaru PT Summarecon Agung Tbk. 

Menurut Sekretaris DPD REI Jawa Barat, Lia H Nastiti, pasar properti Bandung tumbuh pesat setelah krisis finansial global 2008. Pertumbuhan terjadi di semua subsektor, baik perumahan, apartemen strata, perhotelan, pusat belanja, dan perkantoran."Khusus perumahan, konsentrasi pembangunan tidak lagi terjadi di pusat kota, tetapi sudah tersebar merata ke seantero Bandung, khususnya kawasan Bandung Timur," tutur Lia, kepadaKompas.com, Sabtu (6/9/2014). 

Kebutuhan perumahan, ungkap Lia, terus tumbuh seiring meningkatnya daya beli masyarakat Bandung. Rumah-rumah kelas menengah terserap habis dan menyisakan back logsekitar 10.000 unit per tahun. Tingginya kebutuhan hunian itulah yang mendorong PT Summarecon Agung Tbk ikut menggarap Bandung sebagai wilayah ekspansi bisnisnya. Tahun depan, perusahaan dengan kapitalisasi pasar Rp 17,7 triliun per Minggu (7/9/2014) ini akan memulai proyek skala township-nya seluas 300 hektar. 
Sementara Agung Podomoro Group, melalui PT Agung Podomoro Land Tbk memiliki cadangan lahan seluas 27 hektar yang akan mereka manfaatkan sebagai pengembangan masa depan perseroan (future development). 



Investor Relation PT Agung Podomoro Tbk., Wibisono, mengungkapkan, sebelumnya perseroan telah memiliki portofolio Festival Citylink. Saat ini tengah dikerjakan Parahyangan Residences, dan Bandung City Center yang mencakup hotel Pullman dan Ibis Style serta pusat konvensi.
"Kami akan mengoperasikan Pullman Hotel dan Ibis Style Hotel sebanyak 500 kamar pada 2016 mendatang. Saat ini masih dalam tahap konstruksi. Sementara untuk cadangan lahan lainnya, untuk saat ini belum cocok dijadikan high rise. Lebih cocok untuk landed," kata Wibisono, Minggu (7/9/2014).
Proyek-proyek tersebut akan menggenapi proyek properti yang sedang dikerjakan saat ini. Dalam catatan Kompas.com, hingga Juli 2014, terdapat 32 proyek apartemen dan 20 proyek hotel masuk dalam kategori tahap konstruksi. Seluruh proyek tersebut direncanakan masuk pasar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Ketua DPD PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar, berpendapat, Bandung terus diincar karena daya beli masyarakatnya semakin menguat. Hal ini lantaran, pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir selalu positif di atas 8 persen (untuk kota Bandung) atau di atas rerata pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara pertumbuhan ekonomi kabupaten Bandung mencapai di atas 5 persen per tahun. 
"Terbukti jumlah pembangunan hotel terus marak. Ini karena pasarnya ada. Pendapatan hotel tak hanya dari tamu yang menginap, namun juga bisnismeeting, incentives, convention and exhibition (MICE)," ujar Herman. 

Tumbuh positif

Survei properti komersial Bank Indonesia (BI) menunjukkan kinerja positif untuk subsektor hotel. TPK secara rerata pada kuartal II 2014 tercatat sebesar 80,01 persen lebih tinggi dibandingkan 79,18 persen pada periode yang sama tahun 2013.
Sedangkan angka rerata lama tamu menginap (length of stay) baik tamu asing maupun domestik selama 1,62 hari.Hotel-hotel baru yang dikembangkan tahun ini seperti Pullman, Ibis Style, dan Dafam akan menambah pasokan kamar kumulatif di Bandung yang hingga kuartal II 2014 tercatat sebanyak 7.377 kamar. Jumlah kamar tersebut meningkat 0,55 persen secara triwulanan atau 0,55 persen tahunan. 

Peningkatan pasokan pada periode tersebut berasal dari pengembangan hotel budgetseperti Fave Hotel Pasir Kaliki dan Hotel Zodiak. Sementara untuk hotel berbintang, terdapat beberapa proyek yang tengah dikembangkan saat ini, sebut saja D'Green Pasteur dan Hotel Royal Tulip.
Bandung juga diketahui mencapai kinerja positif untuk tarif kamar hotel. Kenaikan tarif rerata tumbuh sebesar 3,26 persen secara triwulanan dan 39,08 persen secara tahunan.

Sementara untuk subsektor apartemen, meski pasokan mengalami stagnasi sejak tahun 2012 yakni bergeming pada angka 21.955 unit, penjualan tetap tumbuh yakni 0,90 persen secara triwulanan dan 5,31 persen secara tahunan. 
Pertumbuhan juga terjadi pada harga jual  yang melonjak sebesar 9,10 persen dalam tiga bulan, dan 17,9 persen secara tahunan.


*Sumber : KOMPAS.Com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Sekarang, Cari Rumah Murah Makin Susah



Bukan perkara mudah memiliki rumah murah di kawasan Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jadebotabek). Jangankan memiliki, mencarinya saja sudah sulit. Hal ini lantaran rumah murah yang ditawarkan pengembang, lokasinya sangat jauh dari jangkauan dan pusat kegiatan."Cari rumah murah jaman sekarang makin susah. Mau rumah murah, tapi lokasinya jauh (dari pusat kota)," keluh Wanti, seorang tenaga pengajar asal Bekasi kepada Kompas.com, Sabtu (6/9/2014).

Wanti merupakan salah satu pengunjung pameran Rumah Rakyat Expo yang digelar Kementerian Perumahan Rakyat mulai 3-7 September 2014 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat. Dia bersama suami dan satu anak perempuannya, berangkat dari Bekasi sejak pukul 8.30.
Ketiganya menuju JCC dengan mengendarai motor. Wanti bercerita, niatnya mencari rumah bersubsidi, sudah dipendam lama. Selama bertahun-tahun ia tinggal di sebuah rumah petak di Bekasi. "Halaman juga nggak ada, naruh motor di ruang tamu," kata Wanti. 

Ibu tiga anak ini juga menuturkan sempat bersyukur, karena dua anaknya sudah hidup terpisah bersama suami mereka. Sehingga, kini ia hanya perlu tinggal di rumah petaknya bersama suami dan satu anak perempuannya yang berumur 8 tahun. Namun, karena rumahnya berdempetan dengan tetangganya, sehingga gelap dan panas.



Seringkali, ia harus terus menerus menyalakan lampu dan kipas angin. "Kalau mati lampu, gelap total, kipas angin mati. Anak saya yang tadinya tidur pules jugakebangun," keluh Wanti. Dia menambahkan, ingin mencari rumah di kota yang sama. Setelah beberapa saat mengelilingi pameran, Wanti menemukan rumah yang sesuai kondisi keuangannya yang terbatas dan lokasinya masih di wilayah Bekasi. Sayangnya, sang suami tidak serta merta setuju. "Soalnya, kata suami saya, rumahnya deket rel kereta api. Takut kalau ada saudara yang bawa anak, terus main nyebrang aja ke sana. Suami saya mikir ke sana," ujar Wanti sambil tertawa.
Ia dan suami pun melanjutkan melihat-lihat stand  pengembang yang menawarkan rumah-rumah di berbagai lokasi. Kemudian, ia tertarik saat menemukan pengembang yang menawarkan rumah di Leuwiliang, Bogor.
"Harganya masuk akal, sudah gitu, lokasinya juga di Bogor. Bogor kan adem," sebut dia. Meski begitu, ia belum memutuskan akan mengambil rumah tersebut. Karena, mau tidak mau, ia harus pindah jauh dari rumah lamanya. Itu berarti akan ada biaya dan waktu yang dihabiskan untuk relokasi ke Bogor.

*Sumber : KOMPAS.Com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Pasokan Stabil, Tingkat Hunian dan Tarif Sewa "Mall" Bandung Melonjak



Seiring belum adanya pasokan pusat belanja baru yang beroperasi tahun ini, pasar "mall" di wilayah Bandung, Jawa Barat, tetap stabil. Pasokan eksisting hingga kuartal kedua, berada pada level  713.000 meter persegi.
Hal tersebut menyebabkan tingkat hunian dan tarif sewa mengalami lonjakan signifikan ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut data survei properti komersial Bank Indonesia (BI), di tengah kondisi pasokan yang tidak mengalami penambahan, tingkat hunian pusat belanja (terutama sewa), justru meningkat tipis 0,66 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Terserapnya ruang-ruang ritel beberapa pusat perbelanjaan besar seperti Paris Van Java dan Trans Stuido Mall memberikan kontribusi pertumbuhan tingkat hunian. Selain itu, masuknya beberapa pengecer baru dengan skala usaha cukup besar sebagai semianchor tenant, berdampak pada lonjakan tarif sewa sebesar 8,14 persen secara tiga bulanan atau 28,42 persen secara tahunan.

Demikian halnya dengan kondisi pusat belanja strata. Pasokan stagnan dengan angka cenderung tidak berubah yakni hanya 190.000 meter persegi. Namun demikian permintaan masih terindikasi meningkat sebesar 2,22 persen secara triwulanan dan 5,75 persen secara tahunan yang pada gilirannya menaikkan harga jual 8,90 persen dalam tiga bulan dan 34,46 persen per tahun.
Saat ini, tarif sewa rerata pusat belanja grade A di Bandung mencapai Rp 800.000 per meter persegi per bulan di luar biaya servis. Sementara tarif sewa pusat belanja grade B berada pada posisi Rp 550.000 per meter persegi per bulan tidak termasuk biaya servis.

Sekretaris DPD REI Jawa Barat, Lia H Nastiti, mengatakan, stabilnya pasar pusat belanja Bandung mudah dimafhumi, karena banyak peritel yang membawa brand  baru, melakukan ekspansi."Lifestyle center atau pusat belanja masih menjadi primadona di Bandung. Jika dikalkulasikan jumlahnya mungkin sudah terlalu banyak. Ada kejenuhan, tapi pengembang menyiasatinya dengan ruang ritel non-konvensional yakni hanya untuk memenuhi kebutuhan penghuni apartemen, hotel atau kantor," ucap Lia kepada Kompas.com, Sabtu (6/9/2014). 

Dia menambahkan, yang sekarang kembali naik daun justru subsektor perumahan tapak.
Pasarnya sangat bagus karena permintaan terus tumbuh. Rumah yang paling diincar adalah kelas menengah sekitar Rp 500 juta per unit seluas 36/90.

*Sumber : KOMPAS.Com



Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer

Sabtu, 06 September 2014

Dalam Tiga Tahun, 15.106 Apartemen Padati Puri Indah!



Pengembangan apartemen strata di kawasan Jakarta Barat, khususnya di sepanjang Lingkar Luar Barat dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Bahkan, dalam tiga tahun ke depan, kawasan ini akan menambah pasokan baru sebanyak 15.106 unit.

Hasil riset Leads Property Indonesia memperlihatkan, masifnya pembangunan apartemen tersebut, sejatinya sudah terjadi sejak 2010. Saat itu, jalan tol lingkar luar barat atau Jakarta Outer Ring Road West 1 (JORR W1) baru beroperasi. "

Selain itu, pengembangan area Puri Indah sebagai pusat bisnis di wilayah Jakarta Barat juga ikut berkontribusi mengubah peta pertumbuhan apartemen. Oleh karena itu, mayoritas pengembangan apartemen terletak di area sekitar koridor Puri Indah–Daan Mogot atau ke arah utara menuju Pantai Indah Kapuk," papar CEO Leads Property Indonesia, Hendra Hartono, kepada Kompas.com, Sabtu (6/9/2014).

Hendra menambahkan, sejak saat itu, pertumbuhan pembangunan makin melesat dari tahun ke tahun. Hingga kuartal II 2014, jumlah pasokan eksisting apartemen di area Lingkar Luar Barat Jakarta mencapai 3.770 unit. Mayoritas didominasi oleh apartemen kelas menengah bawah dan bawah, dengan total komposisi 86 persen dan diikuti kelas menengah atas sejumlah 14 persen.Penambahan pasokan tertinggi (launched unit) terjadi pada tahun 2013. Sebanyak 6.063 unit diluncurkan ke pasar. Angka ini melonjak tajam sebesar 84 persen dibandingkan dengan jumlah unit yang diluncurkan pada tahun sebelumnya. Sebagian proyek berlokasi di wilayah sekitar Puri Indah dan Daan Mogot.

Lonjakan pasokan eksisting apartemen tak berhenti sampai di situ, dan akan terus berlanjut saat beberapa pengembang secara resmi memasarkan produknya. Terbaru adalah PT Ciputra Property Tbk yang melansir Ciputra International."Area Lingkar Luar Barat Jakarta akan dipadati sebanyak 11.336 unit pasokan apartemen yang saat ini masih dalam tahap pembangunan maupun persiapan. Jumlah tersebut setara dengan 62,4 persen dari total pasokan masa depan di wilayah Jakarta Barat," ujar Hendra.

Sehingga, dalam tiga tahun mendatang, total jumlah pasokan eksisting apartemen di area Lingkar Luar Barat akan meningkat menjadi 15.106 unit, atau tumbuh sekitar 4 kali lipat dibandingkan jumlahnya saat ini.Kelas menengah atasKelas menengah dan menengah atas merupakan dua strata dengan pertumbuhan paling pesat dan akan mendominasi pasokan eksisting apartemen di masa yang akan datang. Sampai dengan kuartal II 2014, tingkat penjualan telah mencapai 80 persen. Dari segi harga, berada pada kisaran Rp 10 juta hingga Rp 11,5 juta per meter persegi untuk kelas bawah, Rp 13,5 juta sampai Rp 19,5 juta per meter persegi (kelas menengah), dan Rp 27 juta-Rp 29 juta per meter persegi untuk kelas menengah atas hingga atas.

Sementara untuk daerah Pantai Indah Kapuk, pengembangan apartemen masih sangat terbatas karena didominasi oleh Agung Sedayu Group. Pengembangan hunian masih terfokus pada rumah tapak. Satu-satunya pengembangan apartemen di wilayah tersebut adalah Gold Coast PIK yang terletak di ujung kawasan Pantai Indah Kapuk. Hingga saat ini, terdapat 4 menara dari total 6 menara yang diluncurkan. Harganya berkisar antara Rp 27 juta hingga Rp 29 juta per meter persegi.

*Sumber: Kompas.Com




Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online

Sistem Informasi Developer Properti
Jual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer