MAKASSAR, KOMPAS.com - Bank Indonesia melaporkan, kenaikan harga rumah di kota Makassar, Sulawesi Selatan, merupakan tertinggi di seluruh Indonesia selama kuartal I 2014 yakni sebesar 5,79 persen.
Berdasarkan Indeks Harga Properti Residensial yang dilansir Kamis (15/5/2014), kenaikan terjadi terutama pada rumah tipe kecil yang terus bergerak sebesar 8,10 persen. Triwulan sebelumnya, harga rumah tipe kecil ini mengalami perlambatan pertumbuhan 1,72 persen.
Peningkatan harga cukup tinggi juga terjadi di wilayah Batam sebesar 5,19 persen. Lonjakan harga terutama terjadi pada rumah tipe menengah yakni 7,29 persen.
"Tingginya pertumbuhan harga di Makassar dan Batam sejalan dengan perekonomian yang terus tumbuh di wilayah tersebut. Sehingga mengundang investor dan pengembang untuk terus membangun properti residensial," kata Bank Indonesia dalam keterangan resminya.
Secara umum, sepanjang kuartal I 2014, pergerakan harga properti residensial masih mengalami perlambatan. Ini terlihat dari Indeks Harga Properti Residensial di pasar primer yang tumbuh hanya 1,45 persen secara triwulanan (qtq), atau 7,92 persen secara tahunan (yoy).
Indeks kuartal pertama ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal IV 2013 sebesar 1,77 persen (qtq), atau 11,51 persen (yoy).
"Perlambatan terjadi pada semua tipe rumah, khususnya tipe menengah dan besar. Untuk kuartal II 2014, hasil survei memperkirakan harga properti residensial akan tumbuh 2,15 persen (qtq) atau lebih tinggi dari kenaikan pada kuartal I 2014," tulis Bank Indonesia.
Baca Juga disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online
Sistem Informasi Developer Properti








0 komentar:
Posting Komentar