Jumlah angka kekurangan (backlog) perumahan di Indonesia semakin bertambah tiap tahunnya. Permasalahan tersebut juga selalu diulas setiap tahun.
Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), Fuad Zakaria, mengatakan bahwa pembengkakan angka backlog disebabkan karena kurangnya pasokan rumah terhadap kebutuhan masyarakat. Pasokan tidak pernah seimbang dengan kebutuhan.
"Selama kebutuhan tidak sama dengan supply, ini akan nambah terus," ujar Fuad jumpa pers di Sekretariat DPP APERSI, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (25/9/2014).
Dia menuturkan, pada 2004 lalu kebutuhan unit rumah sebesar 4 juta unit. Kini, jumlahnya membengkak menjadi 15 juta unit. Dengan demikian, Fuad mencatat, dalam 1 tahun kebutuhan unit rumah saat ini berada pada angka 800.000 hingga 1.000.000 unit. Jika pemenuhan kurang dari itu, maka akan sulit menyeimbangkan antara demand dan supply.
"Yang utama adalah cara memenuhi kebutuhan per tahunnya. Itu dulu," kata Fuad.
Menurut dia, jika kebutuhan per tahun saja tidak terpenuhi maka dalam beberapa tahun ke depan, ancaman backlog semakin besar.
"Ibarat saya punya Rp 3 juta, pengeluaran Rp 5 juta di rumah tangga. Tiap saya pulang selalu minus, sementara saya punya utang Rp 1 miliar. Sampai kiamat juga tidak akan terbayar utang saya," kata Fuad.
Oleh karena itu, menurut dia, Kementerian Perumahan Rakyat harus melakukan studi tentangbacklog di seluruh kabupaten/kota sehingga mendapat data akurat. Data tersebut adalah seputar besaran, jenis rumah, kualitas rumah, dan sebarannya. Dari data-data tersebut, pemerintah dapat menyiapkan tata ruang, merencanakan pengembangan pembangunan rumah dengan jenis, jumlah dan bentuk yang dibutuhkan, serta menyiapkan kebutuhan pendanaan dan pembiayaan.
Sumber : KOMPAS.com
Silahkan Baca Juga Info Disini :
Langkah Cerdas Untuk Menjadi Developer Properti
Contoh Desain Properti Rumah Idaman Anda
Cara Jualan Properti Via Online
Sistem Informasi Developer PropertiJual Paket Desain Rumah
Langkah Kreatif dan Adaptif Jadi Developer








0 komentar:
Posting Komentar