Jumat, 31 Oktober 2014

Para Taipan Properti Indonesia dan Kiprahnya di Mancanegara

Sepak terjang pebisnis properti Tanah Air di sektor properti global nampaknya mulai menarik perhatian para analis internasional. JLL dan Knight Frank melihat fenomena peningkatan minat pada sektor properti oleh para miliarder Indonesia.

Dikutip dari wealthx.com, Alistair Meadows, Head of International Capital Group JLL Asia Pacific merangkum daftar para pebisnis properti nasional dengan aset pribadi lebih dari USD30 jutan (Rp363,2 miliar).

Alistair melihat lonjakan permintaan proyek properti komersial di luar negeri khususnya dari investor asal Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tiga transaksi besar di pusat kota London oleh agen real estat Singapura atas nama jutawan Indonesia, dan transaksi besar lainnya di seluruh dunia.

Di barisan pertama, ada pemilik Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja. Dengan total aset mencapai USD5,4 miliar (Rp65,4 triliun), bulan lalu perusahaan yang dipimpinnya itu baru saja mengakuisisi kompleks perkantoran seluas 47.000 kaki persegi di Soho senilai USD91 juta (Rp1,1 triliun). Itu adalah transaksi internasional kedua Sinar Mas setelah sebelumnya membeli New Brook Buildings di Covent Garden senilai USD135 juta (Rp1,6 triliun).

Selanjutnya, Stephen Riady dengan total aset USD520 juta (Rp6,3 triliun) melalui Overseas Union Enterprise mengakuisisi US Bank Tower dan aset terkait lainnya di Los Angeles senilai USD367,5 juta (Rp4,45 triliun) pada 2013. Putra pendiri Lippo Group, Mochtar Riady ini pada 2012 juga berhasil mengakuisisi Crowne Plaza di Singapura.

Sebelumnya, pada 2011, Kuok Khoon Hong dan Martua Sitorus, pendiri perusahaan kelapa sawit, Wilmar, mengakuisisi kantor pusat Aviva senilai USD463 juta (Rp5,6 triliun). Kemudian, miliarder Indonesia lainnya yang juga tertarik pada sektor properti adalah Kwee Bersaudara–Liong Phing, Liong Tek, dan Liong Keng. Mereka tercatat mengakuisisi apartemen mewah yang dekat dengan Museum New York.

“Daerah favorit para miliarder Indonesia dalam menanamkan investasinya adalah Singapura, London, dan Los Angeles,” terang Alistair.

Knight Frank juga melaporkan kenaikan pencarian properti berkualitas di luar negeri dari pembeli asal Indonesia. Kenaikannya hingga September 2014 sebesar 4% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, daerah pencarian favorit antara lain Singapura, Australia, dan Malaysia.
Sumber : Rumah.Com

0 komentar:

Posting Komentar